Setiap orang pasti memiliki harapan dan cita-cita meskipun banyak perbedaan tentang apa yang di inginkan, namun pada intinya semua menuju pada zona kesuksesan. Nantinya zona ini memiliki standar yang berbeda-beda pula bagi masing-masing individu. ada yang merasa nyaman dan sukses dengan meraih karier tertinggi di sebuah perusahaan atau lembaga pemerintahan. Namun ada pula yang merasa nyaman dan sukses dengan memiliki usaha sendiri
Untuk mencapai apa yang akan menjadi tujuan yang ingin di capai, kita harus membangun sebuah mimpi dan cita-cita agar semua tujuan tercapai.
Membangun mimpi
Mengapa dikatakan bahwa mimpi dapat memanifestasi dari sebuah cita-cita yang ingin di capai oleh seseorang. Inilah mimpi yang dapat direncanakan sejak awal. Mimpi yang dapat menumbuhkan semangat dari dalam diri untuk menggapainya. mimpi yang menumbuhkan usaha nyata untuk membuatnya bisa memahami diri kita. inilah mimpi yang perlu dibangun oleh setiap manusia.
Bangunlah mimpi selagi kita bisa berangan-angan. Bisa memiliki keinginan yang sangat tinggi. Bisa bercita-cita tanpa pernah ada yang meledak, mencemooh, menjatuhkan, dan melakukan hal negatif lainya. Karena sekali lagi hanya kita dan Allah SWT yang tahu. Membangun mimpi itu mengasikan. Seperti merajut harapan ke dalam kenyataan dengan usaha nyata dan doa. Bagi seorang anak kecil, membangun mimpi itu seperti legitnya es krim rasa coklat. Bagi seorang remaja, membangun mimpi itu seperti mendapatkan seseorang yang dicinta tengah tersenyum manis kepadanya, bagi seorang dewasa, membangun mimpi itu seperti mendapatkan gaji pertama.
Jujur dan bisa dipercaya
Sikap yang perlu dimiliki oleh karyawan dan bos itu tentang jujur dan bisa di percaya. Menjadi karyawan yang demikian bisa membangun sinergi dengan atasan dan pemilik perusahaan. Sinergi untuk saling membantu dan melengkapi. Karyawan yang jujur dan dapat dipercaya memiliki martabat yang lebih tinggi daripada seorang bos yang apatis dan kurang memahami anak buahnya.
Mampu bergaul dengan seimbang bos dan karyawan mampu bergaul atau berhubungan baik antar bos dan karyawan begitu juga sebaliknya karyawan dengan bos, karyawan dengan karyawan maupun bos dengan bos, Membina hubungan baik dan seimbang bukan berarti menyamakan semua orang seperti teman kita sendiri. Bergaul dengan atasan tetap perlu menaruh rasa hormat meskipun kenyataannya beliau mengakrabi semua anak buahnya.
Pengelolaan emosi dan sikap
Menjadi karyawan atau bos bisa saja dijalani dengan baik dan penuh kesuksesan. kunci ada pada diri masing-masing orang. Bagaimana kita mengelola emosi dan sikap agar menjadi bos yang bermartabat dan menjadi karyawan terhormat. bukan karena ingin selalu di sanjung atau di hormati oleh orang lain tentunya. Tetapi lebih pada sikap dan kepribadian yang nantinya memiliki pengaruh besar bukan hanya bagi diri kita sendiri, tetapi pengaruh tersebut bisa sampai kepada keluarga, rekan kerja, dan perusahaan
Mengelola emosi dan sikap perlu dimiliki setiap orang, apa pun profesinya dan bagaimana jalan yang di tempuhnya. Semenjak kecil tentu kita mengingat bagaimana orang tua kita membiasakan kita anak-anaknya untuk selalu bersikap sopan, santun, dan memiliki tata krama dalam pergaulan.
Poin yang bisa saya tangkap dari buku dengan berjudul JADI BOS ATAU KARYAWAN yang di terbitkan oleh cemerlang publishing pada tahun 2013. Sebetulnya masih banyak poin-poin yang dapat di ambil dari buku ini tetapi jika kalian tertarik dengan ini silahkan kalian bisa mencari buku ini di online atau toko buku terdekat.

